surat cinta untukmu anakku


 Assalamualaikum warahamatullah wabarakatuh..

Apakah kabar malaikat kecil bunda? Semoga Allah senantiasa menjagamu nak...

Sayang, mungkin kamu akan kaget saat tahu kapan bunda menulis surat ini. Benar nak, bunda menulisnya jauh sebelum kau dilahirkan. Surat yang jauh-jauh hari bunda persiapkan untukmu. Saat menulis ini, bunda baru berusia 17 tahun. Usia yang cukup dewasa—kata sebagian orang—. Tetapi tidak dengan bunda. Bunda bukanlah gadis yang cukup dewasa, justru jauh dari kata dewasa. Bunda masih menjadi gadis pemalas yang belum bisa melakukan pekerjaan rumahan yang seharusnya sudah bunda praktikkan sejak saat ini.

Kamu tahu nak? Saat ini, disaat teman-teman bunda sibuk dengan urusan percintaan, fashion dan kecantikan. Bunda tidak bisa seperti mereka, bunda hanya sibuk kesana-kemari, pergi dari satu tempat ke tempat lain, dari satu majelis ke majelis lain demi mendapatkan perbekalan untuk mempersiapkan dirimu.

Anakku...

Disaat teman-teman bunda berdoa agar dapat menikah dengan pria idaman mereka, bunda justru berdoa agar dapat memiliki dirimu. Meski tak dapat dipungkiri, terkadang bunda pun berharap bisa mendapatkan pria idaman yang kelak juga menjadi ayahmu. Tetapi nak, tetap dirimulah  yang menjadi satu pinta bunda dan harapan yang begitu bunda inginkan. Terkadang disela-sela obrolan bunda bersama teman-teman, bunda menyelipkan namamu. Disetiap untaian doa-doa bunda, bunda memohon kepada tuhan dengan permohonan yang sama yaitu memilikimu, bisa memelukmu dan mencintaimu dengan sepenuh hati bunda.

Anakku...

Jika nanti kamu adalah laki-laki, bunda ingin menamaimu Muhammad Taha dengan nama terakhir yang diambil dari nama ayahmu nanti. Apakah kamu tidak ingin tahu mengapa bunda memberimu nama itu? Namamu diambil dari seorang qori yang bernama  Muhammad Taha Al-junayd. Bunda mengagumi suaranya saat melantunkan ayat-ayat suci Al-qur’an. Nak, kamu tidak perlu menjadi seperti dia, cukuplah menjadi Muhammad Taha dihati bunda dengan lantunan ayat suci yang menyejukkan hati bunda, Itu sudah cukup. Dan jika nanti kamu adalah perempuan, bunda ingin menamaimu Yasmine Kamila. Nama itu diambil dari nama bunga Melati­­­­—bunda menyukai wanginya—dan kamila yang artinya sempurna dengan harapan kamu akan menjadi wewangian yang terus menemani hari-hari bunda dan menjadi penyempurna dalam kehidupan bunda.

Anakku...

Didunia ini tidak ada manusia yang sempurna bukan?. Begitu pun dengan bunda. Bunda bukanlah wanita yang sempurna. Terkadang bunda berpikir, betapa tak pantas jika nanti bunda menjadi ibumu, juga menjadi contoh buatmu. Dengan tanpa perbekalan yang cukup, tanpa ilmu yang memadai, angan bunda terlalu tinggi untuk bisa memilikimu. Mungkin, nantinya bunda akan meminta bantuan nenekmu—ibuku—agar mengajari dirimu. kamu tahu nak, nenekmu adalah wanita yang sangat tegar ditengah kehidupan  yang keras ini.

Anakku...

Bunda begitu merindukan kehadiran dirimu, rindu untuk merasakan pelukkanmu, dan rindu untuk mendengarkan suara lucumu saat nanti kamu memanggil bunda. Nak,  ketika nanti tiba saatnya kamu berada disisi bunda, bunda ingin selalu bisa membersamaimu dalam suka dan dukamu, mengajarimu melalui diri bunda sendiri, menghapus air matamu dengan tangan bunda sendiri. Ya, bunda ingin agar kelak engkau tumbuh dalam pengawasan dan asuhan bunda sendiri. Bunda berjanji dengan sekuat tenaga yang bunda miliki, bunda akan terus belajar meski dengan sisa-sisa tenaga ini agar bunda mampu menjadi ibu yang terbaik bagi dirimu. Salam sayang untukmu, Bunda mencintaimu na
k. <3


Dengan penuh cinta

Bunda.

Bandung, 26 Maret 2015
@Elisakusuma

Comments

Popular posts from this blog

anak kosan

Berharap Hanya Kepada Allah